Review Anime Wasteful Days of High School Girls
Review Anime Wasteful Days of High School Girls. Wasteful Days of High School Girls tetap menjadi salah satu anime slice-of-life komedi paling underrated namun sangat menghibur sejak tayang pada tahun 2019. Adaptasi dari manga karya Bino ini mengikuti kehidupan sehari-hari tiga siswi SMA—Tanaka, Ota, dan Shidare—yang menghabiskan waktu dengan obrolan absurd, imajinasi liar, dan kekonyolan kecil yang muncul dari hal-hal paling sepele. Tidak ada plot besar, tidak ada romansa rumit, tidak ada konflik dramatis—hanya potret remaja perempuan yang sangat biasa tapi punya cara berpikir dan bereaksi yang luar biasa aneh. Anime ini berhasil menangkap esensi persahabatan gadis SMA dengan humor kering, pengamatan tajam terhadap perilaku remaja, dan nuansa hangat yang membuat penonton merasa seperti sedang menyaksikan obrolan teman-teman sendiri. Meski hanya satu musim dengan 12 episode, anime ini meninggalkan kesan kuat karena komedinya yang konsisten dan karakter yang sangat relatable. BERITA TERKINI
Komedi Kering yang Mengandalkan Observasi Tajam dan Timing Sempurna: Review Anime Wasteful Days of High School Girls
Kekuatan utama Wasteful Days of High School Girls terletak pada komedi kering yang dibangun dari pengamatan kecil terhadap perilaku remaja perempuan di sekolah. Setiap episode terdiri dari segmen pendek yang menggambarkan momen sehari-hari seperti jalan ke sekolah, pelajaran di kelas, istirahat makan siang, atau nongkrong di rumah—tapi hampir selalu berakhir dengan kekonyolan yang tak terduga. Tanaka yang selalu berusaha terlihat keren tapi gagal total, Ota yang suka membesar-besarkan hal kecil dengan imajinasi liar, dan Shidare yang polos tapi punya reaksi ekstrem—ketiganya punya chemistry alami yang membuat setiap obrolan terasa sangat hidup. Humornya tidak bergantung pada punchline besar atau slapstick berlebihan, melainkan pada timing sempurna, ekspresi wajah halus, dan dialog yang terasa sangat natural. Penonton sering tertawa karena merasa “ini persis seperti obrolan temen-temen gue”, dan itulah yang membuat anime ini terasa timeless meski banyak referensinya sangat spesifik pada budaya remaja Jepang.
Karakter yang Sederhana tapi Sangat Berkesan dan Relatable: Review Anime Wasteful Days of High School Girls
Karakter Wasteful Days of High School Girls terlihat sederhana di permukaan tapi punya kepribadian kuat yang membuat mereka mudah diingat dan disukai. Tanaka sebagai pemimpin kelompok yang selalu berusaha terlihat keren tapi sering gagal dengan cara paling konyol, Ota yang suka membesar-besarkan hal kecil dengan imajinasi liar dan sering jadi sumber kekacauan, serta Shidare yang polos dan lembut tapi punya reaksi ekstrem yang tak terduga—ketiganya punya ciri khas yang langsung melekat. Karakter pendukung seperti teman sekelas lain atau guru penasihat juga punya peran kecil tapi berkesan karena interaksi mereka selalu menambah lapisan humor. Tidak ada perkembangan karakter besar dalam arti klasik; yang ada justru penguatan kepribadian melalui situasi berulang sepanjang tahun sekolah, sehingga penonton merasa seperti mengenal mereka secara pribadi dan ikut merasakan perjalanan kecil mereka dari tahun pertama hingga kelulusan. Mereka bukan heroine spesial atau tokoh dramatis—hanya gadis SMA biasa yang suka ngobrol ngalor-ngidul, membesar-besarkan hal kecil, dan menghabiskan waktu bersama teman.
Gaya Animasi Minimalis yang Mendukung Komedi dan Kehangatan
Gaya animasi di Wasteful Days of High School Girls terlihat sederhana dan minimalis, tapi justru itulah yang membuat komedi serta nuansa hangat terasa lebih kuat. Garis bersih, ekspresi wajah yang sangat ekspresif meski halus, dan penggunaan latar belakang kosong mendadak untuk efek dramatis menciptakan kontras sempurna antara situasi biasa dan reaksi lucu. Saat karakter berimajinasi atau panik, animasi berubah jadi gaya kartun klasik dengan efek suara over-the-top, lalu kembali ke normal dalam satu detik—transisi visual ini membuat punchline terasa lebih tajam. Anime ini juga pandai memanfaatkan silence dan jeda pendek sebelum lelucon, serta musik latar yang ringan dan ceria yang memperkuat nuansa kehangatan persahabatan. Keseimbangan antara kekonyolan kecil dan momen tenang membuat anime ini terasa sangat nyaman ditonton, seperti sedang menghabiskan waktu bersama teman-teman lama tanpa ada tekanan plot besar.
Kesimpulan
Wasteful Days of High School Girls adalah anime slice-of-life komedi yang berhasil menjadi salah satu yang terbaik dalam genrenya karena menangkap esensi persahabatan remaja perempuan dengan cara paling ringan, lucu, dan autentik. Dari premis sederhana tentang kehidupan sehari-hari yang penuh kekonyolan kecil, karakter yang relatable tanpa perlu jadi spesial, hingga humor yang mengandalkan timing serta pengamatan tajam, semuanya terasa pas dan meninggalkan rasa hangat setelah setiap episode. Meski hanya satu musim dan sudah berusia beberapa tahun, anime ini masih sering ditonton ulang karena kemampuannya membuat penonton tersenyum dan tertawa atas hal-hal kecil yang sebenarnya sangat familiar. Bagi siapa saja yang mencari komedi sekolah tanpa drama berat, penuh kehangatan pertemanan, dan nuansa nostalgia masa SMA, Wasteful Days of High School Girls adalah tontonan wajib yang tak lekang waktu—anime yang mengingatkan bahwa kebahagiaan sering kali ada di momen paling biasa dan paling konyol sekalipun.
