Review Anime In Another World with My Smartphone
Review Anime In Another World with My Smartphone. Anime In Another World with My Smartphone atau Isekai wa Smartphone to Tomo ni tetap menjadi salah satu serial isekai harem klasik yang sering dibahas hingga awal 2026. Musim pertama tayang pada 2017, diikuti musim kedua pada 2023 setelah penantian panjang. Cerita mengikuti Touya Mochizuki, remaja yang mati karena kesalahan Tuhan dan bereinkarnasi di dunia fantasi dengan smartphone ajaibnya serta kemampuan overpower. Ia membangun harem besar dengan sembilan tunangan seperti Elze, Linze, Yumina, Yae, Sushia, Leen, Lucia, Hildegard, dan Sakura, sambil berpetualang santai, membangun kerajaan, dan menghadapi ancaman ringan. Meski sering dikritik sebagai guilty pleasure, serial ini populer berkat nuansa ringan, komedi, dan wish-fulfillment yang ekstrem. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi musim ketiga, tapi light novel sumbernya telah mencapai lebih dari 30 volume, meninggalkan banyak materi untuk adaptasi potensial. BERITA BOLA
Alur Cerita dan Karakter Utama: Review Anime In Another World with My Smartphone
Alur cerita serial ini sangat episodic dan low-stakes, fokus pada kehidupan Touya yang nyaman di dunia baru. Smartphone-nya memungkinkan akses internet, peta, dan sihir tak terbatas, membuatnya mudah menyelesaikan masalah apa pun—dari pertarungan monster hingga politik kerajaan. Di musim pertama, Touya bertemu para gadis utama, membentuk party petualang, dan membangun hubungan romansa. Musim kedua memperluas dunia dengan pernikahan, kelahiran anak, dan konflik seperti Phrase serta bangsa baru, tapi tetap menjaga vibe santai tanpa ancaman serius.
Touya sebagai protagonis digambarkan polos, baik hati, tapi terlalu overpower hingga tidak ada tantangan nyata. Harem-nya berkembang cepat, dengan setiap gadis punya kepribadian stereotip seperti tsundere, yandere ringan, atau ceria, tapi chemistry mereka menghibur. Karakter pendukung seperti Tuhan atau raja-raja menambah humor, meski pengembangan mendalam minim. Kritik utama pada pacing rushed di musim kedua, yang melewatkan banyak detail dari light novel, membuat alur terasa terburu-buru dan kurang memuaskan bagi pembaca sumber.
Kualitas Produksi dan Elemen Visual: Review Anime In Another World with My Smartphone
Produksi musim pertama sederhana tapi cerah, dengan animasi standar yang cocok untuk komedi ringan. Desain karakter moe dan warna vibrant membuatnya mudah ditonton, meski efek aksi tidak terlalu impresif. Musim kedua mengalami perubahan studio, menghasilkan peningkatan sedikit di visual tapi masih banyak still frame dan gerakan kaku. Adegan fanservice seperti onsen atau beach episode jadi highlight visual, disajikan dengan cara ringan tanpa berlebihan.
Pengisi suara kuat, menyampaikan kepolosan Touya dan interaksi harem yang lucu dengan baik. Soundtrack catchy, terutama opening dan ending yang energik. Secara keseluruhan, produksi ini bukan yang terbaik di genre, tapi cukup untuk mendukung tone wholesome dan menghibur, membuat serial nyaman sebagai background watch.
Penerimaan Penggemar dan Prospek Masa Depan
Serial ini mendapat respons campuran, dengan skor rata-rata sekitar 6.1-6.4 di komunitas anime besar. Dipuji sebagai hiburan mindless yang fun untuk penggemar harem dan OP MC, tapi dikritik karena trope klise, kurang konflik, dan karakter datar. Musim kedua sering dianggap lebih lemah karena adaptasi rushed, meski penjualan light novel tetap kuat mendukung popularitasnya.
Di awal 2026, diskusi penggemar masih ramai membahas light novel terbaru yang terus menambah petualangan Touya, termasuk anak-anaknya dan ancaman baru. Belum ada tanda musim ketiga, dengan prediksi kemungkinan di 2027 atau lebih lambat jika ada. Serial ini tetap jadi contoh isekai guilty pleasure yang bertahan lama berkat formula sederhana tapi adiktif.
Kesimpulan
In Another World with My Smartphone adalah paket isekai harem yang sempurna untuk ditonton saat ingin rileks tanpa mikir berat. Dengan protagonis overpower, romansa manis, dan komedi ringan, serial ini berhasil mencuri hati penggemar yang suka wish-fulfillment murni. Meski penuh kekurangan seperti pacing dan depth, daya tariknya terletak pada vibe positif dan keluarga besar Touya yang menghangatkan. Bagi penggemar baru, mulai dari musim pertama akan memberikan pengalaman fun, sementara yang lama bisa menantikan kelanjutan di light novel. Di genre isekai yang kompetitif, karya ini membuktikan bahwa kadang, cerita sederhana tentang smartphone ajaib dan harem sudah cukup untuk jadi favorit abadi.
