Review Anime Blue Lock

Review Anime Blue Lock. Blue Lock baru saja menutup musim keduanya pada akhir Desember 2024 lalu, dengan pertarungan sengit melawan tim U-20 Jepang yang penuh drama dan gol epik. Yoichi Isagi dan rekan-rekannya dari proyek Blue Lock berhasil buktikan ego mereka di lapangan nasional, meski diiringi kritik soal kualitas animasi yang turun dibanding musim pertama. Kini, di awal 2026, pengumuman musim ketiga yang adaptasi Neo Egoist League serta film live-action mendatang bikin hype penggemar melonjak lagi, sambil tunggu potensi perbaikan produksi. BERITA BOLA

Alur Cerita yang Intens: Review Anime Blue Lock

Alur Blue Lock musim kedua fokus pada arc U-20, di mana tim Blue Lock lawan skuad nasional Jepang untuk rebut kendali masa depan sepak bola negara itu. Isagi terus berkembang, bangun chemistry dengan rival seperti Barou, Nagi, dan Bachira, sambil hadapi bintang seperti Sae Itoshi dan Shido. Cerita penuh twist—dari comeback dramatis hingga evolusi skill unik tiap pemain—bikin setiap episode tegang. Meski ada momen dialog panjang, klimaks pertandingan tetap jadi highlight, tunjukkan tema egoisme sebagai kunci jadi striker terbaik dunia. Musim ketiga nanti janjikan skala lebih besar dengan liga Eropa dan pemain internasional gila.

Animasi dan Aksi Lapangan: Review Anime Blue Lock

Animasi jadi poin kontroversial di musim kedua—banyak adegan terasa statis atau kurang fluid, terutama di bagian awal, bikin sebagian penggemar kecewa dibanding musim pertama yang dinamis. Tapi, episode akhir naik level signifikan, dengan gerakan tendangan, dribble, dan efek skill seperti metavision Isagi yang lebih hidup dan impactful. Soundtrack energik serta voice acting passionate tetap dukung nuansa kompetitif. Harapan besar untuk musim ketiga: produksi lebih matang agar aksi sepak bola terasa brutal dan realistis lagi, tanpa kompromi kualitas.

Karakter dan Tema Egoisme

Karakter Blue Lock selalu kuat karena ego masing-masing yang clash satu sama lain. Isagi dari underdog jadi predator lapangan, Bachira dengan flow liarnya, Rin Itoshi yang dingin tapi jenius—semua punya arc perkembangan solid di musim kedua. Rivalitas antar pemain bikin dinamika tim menarik, campur humor absurd dan momen emosional saat ego bertabrakan. Tema utama soal individualisme ekstrem dalam olahraga tim tetap segar, kritik sistem sepak bola Jepang yang stagnan, sekaligus motivasi bahwa ego kuat bisa ubah segalanya. Ini yang bikin seri beda dari anime olahraga biasa.

Kesimpulan

Blue Lock musim kedua, meski ada kekurangan animasi, berhasil sajikan pertarungan U-20 yang memorable dan tinggalkan fondasi kuat untuk musim ketiga. Dengan pengumuman Neo Egoist League di produksi serta live-action di 2026, seri ini siap naik level lagi jadi fenomena sepak bola anime. Cocok buat penggemar aksi kompetitif yang suka cerita tentang ambisi tanpa batas. Blue Lock buktikan egoisme bisa jadi bahan bakar hiburan top, dan tahun ini jadi momen tepat ikuti kelanjutannya. Seri ini pantas terus bersinar di lapangan anime.

BACA SELENGKAPNYA DI…